+62 812 6052 6601 [email protected]

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.

Already a member?

Login
+62 812 6052 6601 [email protected]

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.

Already a member?

Login

Carnival etnik yang meriahdigelar di Sunrise of Java yaitu Banyuwangi Ethno Carnival, menyajikan keanggunan busana etnik nusantara. Pagelaran yang dilaksanakan setahun sekali dan merupakan salah satau carnival yang paling populer di Indonesia sangat dinanti oleh masyarakat Banyuwangi.

Tahun ini, Banyuwangi Ethno Carnival akan digelar pada 28-29 Juli dan dipusatkan di Taman Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyatakan Banyuwangi Ethno Carnival 2018 merupakan salah satu kekayaan parade karnaval yang dimiliki Indonesia.

Acara ini juga memiliki makna lebih mendalam ketimbang sekadar parade karnaval. Menurut Arief, BEC bisa menjadi jembatan antara kesenian tradisional dengan modern agar lebih diterima di panggung internasional.

Jawa, Madura, Padalungan, Bali dan Osing; bercampur menyusun ekspresi seni yang unik. Pagelaran BEC dibuka dengan fragmen kisah Puter Kayun yang tampil secara atraktif. Fragmen mengisahkan perjuangan Mbah Buyut Jakso, leluhur Warga Boyolangu yang membuka akses wilayah melalu Pantai Watu Dodol.

Banyuwangi Carnival

Banyuwangi Ethno Carnival

Kisah inilah yang diperingati sebagai tradisi Puter Kayun, ritual tiap tanggal 10 Syawal warga desa Boyolangu menaiki dokar (delman) ke Pantai Watu Dodol untuk melakukan selamatan dan makan bersama di sana. Fragmen juga semakin meriah dengan tampilnya ratusan penari Gandrung yang mengiringinya.

Dengan alunan suara dan gerak Gandrung Sewu, yang menjadi ikon Banyuwangi, Carnival mengalir di sepanjang jalan. Pada Carnival ini, masyarakat sangat antusias datang untuk menyaksikan Banyuwangi Ethno Carnival.

 

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggagas event ini bertujuan mampu menjembatani modernisasi seni budaya lokal yang selama ini tumbuh kembang dalam kehidupan masyarakat Banyuwangi menjadi sebuah event dalam bentuk parade berskala Internasional tanpa harus mengubah nilai-nilai yang sudah berkembang dan tumbuh di dalam masyarakat baik spirit maupun filosofinya

Semua busana merepresentasikan 10 sub tema yang diangkat dari ritual ‘Puter Kayun‘ seperti Kupat Lepet, Tapekong, Oncor-oncoran, Keris, Dokar, Buyut Jakso, dan Gedogan. Musik pengiring Banyuwangi Ethno Carnival yang indah menambah semarak even yang masuk penyelenggaraan ke delapan kalinya ini.

Banyuwangi Ethno Carnival
Jawa Timur

28-29 Juli 2018
Banyuwangi
+62-31 85301814/+62-31 85301816
disbudpar.jatimprov.go.id
[email protected]

Leave a Reply