+62-61 822 6013 info@radoriza.com
+62-61 822 6013 info@radoriza.com

Festival Pulau Penyengat

Festival Pulau Penyengat

Festival Pulau Penyengat ini sesuai dengan nama tempat pelaksanaannya yakni Pulau Penyengat yang merupakan salah satu destinasi wisata terbaik Kota Tanjungpinang, sebagai basis dari kekuatan masyarakat lokal dalam menjunjung adat istiadat Melayu.

Berbagai atraksi yang digelar selama festival berlangsung seperti kesenian, budaya, religi, bahari, dan lainnya merupakan laluan untuk mengenang kehidupan masyarakat melayu di Kepulauan Riau, khususnya yang tinggal di Pulau Penyengat.

Selama lima hari, turis yang datang bisa menikmati lebih dari 20 kegiatan seni budaya di sana, seperti lomba dayung sampan, lomba dayung sampan, lomba pukul bantal di laut, lomba nambat itik di laut, dan lomba becak motor hias. Selain itu, ada juga pangkak gasing, syahril gurindam 12, membaca gurindam 12, pertunjukan wayang cicak, dan kegiatan klinik sastra.

Mesjid Raya Sultan Riau
Mesjid Raya Sultan Riau

Pulau Penyengat tak berada jauh dengan Malaysia dan Singapura. Kedekatan budaya Melayu diharapkan bisa menjadi magnet kedatangan mereka yang tinggal di perbatasan.

Dari sekian banyaknya kegiatan, lanjut Reni, ada tiga acara unggulan yang akan menjadi atraksi paling menarik yaitu Kompetisi Malay Fashion Carnaval, Parade Melayu dan Muslim Fashion, juga Bazar Melayu Fashion

Pulau Penyengat memang menarik untuk dikunjungi. Turis yang menggemari wisata alam sekaligus sejarah pasti betah berada di sini.

Pulau ini menjadi salah satu kebanggaan Tanjungpinang karena kaya situs bersejarah peninggalan Kerajaan Riau. Pulau yang dikenal dengan sebutan Pulau Penyengat Indra Sakti atau Pulau Penyengat Mas Kawin dan pernah menjadi pusat Kerajaan Riau-Lingga.

Festival Pulau Penyengat
Atraksi Bahari di Fesival Pulau Penyengat

Berdasarkan sejarah, pulau ini merupakan tempat pertahanan Raja Kecil melawan serangan Tengku Sulaiman dari Hulu Riau pada tahun 1719. Kemudian, sejumlah benteng pertahanan dibangun pada tahun 1782-1784 untuk menghadapi perang melawan Belanda.

Masjid Sultan Riau berdiri sejak tahun 1832 di Pulau Penyengat. Konon, masjid tersebut dibangun dengan campuran putih telur.

Tak jauh dari masjid ini, ada komplek makam Yang Dipertuan Muda Riau VII Raja Abdurrahman, Gedung Mesiu, serta Istana Kantor yang menjadi bangunan tempat tinggal raja pada tahun 1844-1857.

Informasi
Festival Pulau Penyengat

14 Februari – 18 Februari 2018
Tanjung Pinag, Kepri
+62-771 315 677/+62-771 315 822
pariwisata_kepri@yahoo.com
http://kepri.travel.com

About the author

PT Rado Riza Travel Melayani paket wisata Danau Toba, Berastagi, Medan, Samosir, Bali, Lombok dan beberapa destinasi menarik lainnya
1 Response

Leave a Reply

Butuh bantuan ? pilih tujuan chat dan buat pertanyaan

Chat with us on WhatsApp